Briptu Meti Mewakili Polres Belu Tampil Memukau Dalam Lomba Fashion Show Pagelaran Budaya Bhayangkara 2024

Kupang, News.Matatimor – Net : Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-78, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Pagelaran Budaya Bhayangkara 2024 di Lapangan Polda NTT pada Sabtu malam 22 Juni 2024.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S. H., M. A dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting serta masyarakat setempat.

Selain turnamen e-sport, pagelaran budaya bhayangkara ini juga diisi dengan lomba fashion show modifikasi tenun yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kabupaten/kota di wilayah Polda NTT dimana setiap Polres mengirimkan modelnya untuk berpartisipasi dalam kontestasi tersebut.

Dalam lomba fashion show tersebut, Perwakilan Polres Belu, Briptu Metriana Nahak yang biasa disapa dengan Briptu Meti, tampak tampil cantik, anggun dan elegan dalam balutan busana “Kawin Campur”.

Balutan busana tersebut dirancang oleh Aldi Wibowo, desainer muda kelahiran Lamongan yang saat ini berkarya di Atambua, Kota Perbatasan, Kabupaten Belu, NTT.

Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K yang turut hadir menyaksikan pagelaran Budaya Bhayangkara 2024 mengungkapkan, Pagelaran ini bertujuan mempromosikan keindahan dan keunikan kain tenun tradisional NTT serta mengangkat nilai ekonomisnya.

“Kegiatan ini tentunya adalah salah satu bagian upaya dari Polda NTT dalam melestarikan warisan adat budaya melalui promosi baju adat dari berbagai daerah,” ungkap Kapolres Belu.

Dikatakan AKBP Richo Simanjuntak, acaranya cukup berlangsung meriah dan diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta melestarikan warisan budaya NTT. Untuk Pemenang lomba ini sendiri akan diumumkan pada peringatan HUT Bhayangkara 1 Juli 2024.

Sementara, Aldi Wibowo perancang busana ‘Kawin Campur’ yang dikenakan Briptu Meti menuturkan nama Kawin campur terinspirasi dari kondisi design budaya saat ini yang banyak mengawinkan satu motif dengan motif lainnya.

“Busana tersebut dibuat dengan tujuan melestarikan budaya yang telah lama ada. Desain busana memiliki detail beberapa kantong untuk menambah nilai fungsional,” ungkap Aldi.

Designer mencoba mengawinkan design budaya saat ini dengan design dibuat agar dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Busana juga dirancang agar dapat dipadukan dengan pakaian lain, dapat digunakan berkali-kali dengan look yang berbeda.

“Menggunakan tenun pewarna alami dominan warna coklat dengan sentuhan design trendy, kami mencoba menciptakan busana yang elegant dan modern. Meski begitu busana tetap mengangkat unsur tradisional dan budaya melalui tenun ikat yang digunakan,” tutur Aldi. (Nanny)

Komentar
judul gambar
judul gambar