Dituduh Merusak Kawasan Hutan dan Melakukan Pemerasan, Kapolres Belu : Jangan Marah dan Cukup Berbelas Kasih

Belu. News.Matatimor – Net : Begitu Polres Belu serius dalam melakukan pengusutan dan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dana hibah dekranasda di awal tahun ini, kapolres Belu kebanjiran hujatan dan tuduhan sebagai terduga pelaku pengrusakan kawasan hutan hingga pemerasan sejumlah pengusaha.

Tidak hanya dalam pemberitaan, namun juga dibeberapa group facebook seperti Kotak Ketik, Belu Bebas Bersuara dan sejumlah group lain sedang beredar luas pro dan kontra atas berbagai tuduhan yang di alamatkan kepada Kapolres Belu AKBP, Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K

Selain itu, tuduhan tersebut dibantah Kapolres Belu sebagai Hoax. Namun juga menurutnya biarkan saja soal itu dan teruslah berbelas kasih juga jangan dimarahi.

Soal dituduh merusak kawasan hutan di webereliku dan pemerasan terhadap para pengusaha itu hoax, kita hanya ingin membantu masyarakat berdasarkan keluhan warga. Apa yang diberitakan itu sebaiknya dibiarkan saja dan teruslah berbelas kasih. Ungkap AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K.

Lanjutnya, jika ditampar pipi kiri, berikan juga pipi kanan, cukup dengan berbelas kasih untuk berbuat baik dan tidak perlu dibalas.

Aksi Kapolres Belu tersebut menjawab banyak kesulitan dan keluhan warga masyarakat perbatasan RI – RDTL terutama soal air bersih, listrik dan akses jalan, semuanya berawal dari program Kapolri yaitu Jumat Curhat.

Warga yang mendapat sentuhan tangan dan perhatian orang nomor satu di Polres Belu ini berupa pengeboran sumur bor dan pemasangan listrik yang tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Belu.

Berikut beberapa wilayah yang mendapat perhatian dan sentuhan tangan Kapolres Belu diantaranya, Haliwen yang berada tepat di depan bandara A.A Bere Talo, Dusun Fohomea (Kelurahan Manumutin – Kec Kota Atambua), Korbau (Kec Kakuluk Mesak) Tukunuk – Uma Bedua B ( Desa Mandeu – Kec Raimanuk) dan akses peningkatan jalan di dusun Webereliku ( Desa Tukuneno – Kec Tasbar) yang saat ini sedang menjadi polemik kawasan hutan.

Komentar
judul gambar
judul gambar