Kotbah Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Minggu Biasa XXX

RD. Jhon Chris Taus – Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Bagi Yesus, doa itu penting bagi murid murid Yesus dan setiap pengikutNya.

Betapa tidak, Yesus terus berbicara dan mengingatkan akan perihal DOA. Bagi Yesus doa adalah santapan jiwa dan napas hidup bagi manusia.
Setelah Yesus berkali-kali mengajar dengan kata-kata serta memberi contoh dengan hidupNya sendiri, seperti Yesus mengajar Murid-muridnya berdoa, dan menunjukkan kekuatan dari setiap doa, serta harus berdoa terus menerus tanpa henti, Yesus kali ini kembali mengingatkan BAGAIMANA HARUSNYA BERDOA DENGAN SIKAP HATI DAN BATIN YANG BAIK DAN BENAR, KETIKA BERDOA.

Untuk hal yang ini, Yesus memberi contoh dengan menampilkan 2 tokoh yang berdoa dengan sikap hati dan batin yang berbeda di Bait Allah yakni seorang farisi dan si pemungut cukai.

Orang Farisi yang nota bene tahu persis tentang ajaran agama dan tradisi Yahudi, dan selalu berdoa.
Dan yang kedua si pemungut cukai yang nota bene adalah seorang koruptor/ pendosa.
Orang farisi berdoa dengan berdiri paling depan dan mengangkat mukanya kepada Allah, dan menganggap diri benar dan menganggap rendah org lain.

Dalam doanya : Ya Allah aku mengucap syukur kepadamu, aku tidak sama seperti orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan seperti si pemungut cukai ini, aku berpuasa 2x seminggu, memberi 1/10 dari penghasilanku.

Lalu si pemungut cukai, hanya berdiri dari jauh dan tidak mengangkat muka kepada Allah karena merasa berdosa dan sambil memukul dirinya dan berdoa : YA ALLAH…KASIHANILAH AKU ORANG YANG BERDOSA INI.

Sikap doa si pemungut cukai yang dikehendaki Allah, maka dia dibenarkan Allah. Maka doanya didengarkan dan dikehendaki Allah.

edangkan si farisi, Tidak!. Karena orabg farisi itu berdoa dengan sikap sombong. Berdoa dengan dirinya sendiri, memuji dirinya sendiri dan menganggap rendah dan menghina orang lain dan tidak menunjukkan penyesalan atas dosa-dosanya.

Ia lebih melihat dosa orang lain daripada dosanya sendiri. Padahal penyesalan dan pengakuan akan dosa adalah sikap yang diharapkan dan dibenarkan oleh Allah. Maka si pemungut cukai kembali sebagai orang yang dibenarkan Allah.
Saudaraku terkasih!
Yesus kembali ingatkan kita agar kita selalu berdoa kepada Allah dengan sikap kerendahan hati sebagai orang berdosa, penuh penyesalan diri dan tobat yg mendalam.

Hendaklah kita berdoa kepada Allah sebagai ORANG BERDOSA YANG BUTUH PENGAMPUNAN DAN BELASKASIHAN ALLAH.
TUHAN YESUS, ampunilah dan kasihanilah kami orang berdosa ini. Amen
Miggu Biasa 30
Sir 35 : 15-17, 20-22
Luk 18: 9-14

Komentar
judul gambar
judul gambar