Lagi – lagi, Polres Belu Mendapat Dukungan dari Pemuda Pancasila Dalam Mengusut Dugaan Korupsi Dana Hibah Dekranasda 1.5M

Belu. News.Matatimor – Net : Kasus dugaan korupsi dana hibah Dekranasda Kebupaten Belu senilai 1.5 miliyar tahun 2022 yang sedang ditangani pihak aparat penegak hukum (APH) unit Tindak Pidana Korupsi Polres Belu mendapat banyak dukungan masyarakat maupun ormas dan pihak pemerhati tindak pidana korupsi lainnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, dukungan datang dari masyarakat kabupaten belu dan beberapa organisasi masyarakat seperti AMPI, Kompak dan FMBAK.

Kasus dugaan yang menyeret nama istri Bupati Belu selaku ketua Dekranasda Freny Sumantri Taolin tersebut menarik perhatian publik hingga sejumlah organisasi masyarakat anti korupsi.

Salah satu dukungan pemberantasan dugaan korupsi itu, datang dari Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Belu.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Belu, Maksi Tahoni, A.Md kepada media ini, Jumat 05 maret 2024 dengan tegas mendukung penyelidikan dugaan korupsi yang tengah dilakukan Polres Belu.

“Kita dukung penyelidikan dugaan korupsi dana Dekranasda Belu yang lagi hangat dibahas dan diberitakan baik media masa maupun media elektronik saat ini,” bilangnya.

Kapolres Belu dan jajarannya sebut Maksi Tahoni, untuk mengusut tuntas kasus ini. Saat ini, menjadi momentum terbaik untuk menunjukkan kinerja Polri yang sesungguhnya. Kasus ini perlu diungkap secara terang benderang dan siapa saja yang terlibat diseret ke meja hijau.

Masih menurutnya, kasus dugaan korupsi dana Dekranasda jelas merugikan masyarakat Belu. Maka tidak ada tempat bagi pihak-pihak yang menilep uang rakyat.

Pada kesempatan itu, dia meminta Kapolres Belu dan jajarannya untuk tidak gentar dengan perlawanan yang ada, terutama soal perbaikan jalan ke kampung lama Webereliku oleh Polres Belu.

Hal itu hanyalah psycolgy war atau perang psikologi juga bentuk pengalihan isu pokok yakni penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan istri Bupati Belu, Freny Sumantri Taolin.

“Jangan takut dengan psy war dan pengalihan isu hutan lindung
yang ditebar,” timpalnya.

Tahoni berharap, dibukanya kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang lebih di Belu.

Pihaknya akan terus mengawal penyelidikan yang ada. Pasalnya, ada beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani aparat penegak hukum seperti Polres maupun Kejaksaan hingga kini berjalan ditempat bahkan tidak jelas.

“Kita kawal kasus ini. Soalnya dugaan kasus korupsi seperti TMMD di Leosama juga pembangunan jalan di Nanaet tidak jelas penanganannya,” tutup Maksi.

Komentar
judul gambar
judul gambar