Program Unggulan Pemda Belu Berupa Pengobatan Gratis vs Akses Jalan Webereliku

Belu, News.Matatimor – Net : Salah satu program unggulan pemerintahan Kabupaten Belu saat ini yaitu, pengobatan gratis yang sangat dirasakan manfaatnya bagi warga masyarakat perbatasan RI – RDTL.

Hal itu terlihat dari akses dan fasilitas kesehatan yang saat ini dirasakan manfaatnya bagi warga masyarakat Kabupaten Belu dengan menggunakan E-KTP.

Dilansir dari Prokopimbelu, Bupati Belu Taolin Agustinus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu telah membebaskan seluruh biaya Kesehatan bagi seluruh Masyarakat Kabupaten Belu melalui Program “Berobat Gratis”.

“Seluruh orang Belu berobat hanya menggunakan KTP dan itulah janji kita untuk melayani dengan hati,” ungkap Bupati Belu.

Lanjut Bupati, Pemerintah memiliki Standar SDM Dokter paling baik di NTT, dengan didukung alat kesehatan yang canggih. Atas upaya ini, Belu mendapat Penghargaan sebagai Daerah Terbaik Kategori Komitmen Pemenuhan 7 jenis Dokter Spesialis di RSUD.

“Selaku dokter, saya juga mengisi waktu dengan memberikan pelayanan kesehatan tiga kali seminggu tanpa digaji. Ini semua kita dedikasikan untuk masyarakat disini,” tukasnya.

Bupati Belu juga tidak menampik bahwa masih banyak persoalan yang harus dibenahi terkait kebutuhan masyarakat akan ruman layak huni.

“Performance kota kita lihat bagus, tetapi masuk sedikit ke dalam kita akan banyak bertemu masyarakat dengan pendapatan perkapita yang masih minim,” katanya.

Disampaikan pula, para petani di Belu sangat terbantu dengan kehadiran Bank NTT melalui Kredit Merdeka dengan bunga nol persen. Alhasil, Belu saat ini menjadi penyumbang tomat terbesar di daratan Timor dalam menekan laju inflasi.

“Keberpihakan pemerintah terukur dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan, air bersih dan pertanian. Para ASN juga disentuh dengan pemberian tunjangan perbaikan penghasilan. Diskusi kita dengan Bapak Uskup sangat Intens terkait pembangunan di daerah ini,” tutup Bupati Belu.

Namun Program unggulan Taolin Agustinus dan Aloysius Haliserens (AT-AH) ini dinilai warga kampung lama dusun webereliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu RI-RDTL tidak maksimal.

Kesehatan merupakan hal utama yang dibutuhkan seluruh lapisan kehidupan, namun demi memenuhi akses kebutuhan kesehatan itu sendiri banyak faktor pendukung yang sangat dibutuhkan salah satunya akses jalan dan transportasi untuk memperoleh program unggulan Bupati Belu itu sendiri.

Hal itu menjadi salah satu kendala bagi warga Webereliku yang masih terisolasi dari akses jalan penghubung yang tak terurus sejak tahun 1982, sehingga warga meminta perhatian Kapolres Belu untuk melakukan peningkatan jalan hingga pengeboran sumur bor dan pemasangan lampu jalan.

Akses jalan menjadi persoalan utama bagi warga setempat untuk mendapat akses pelayanan kesehatan gratis yang menjadi program unggulan Taolin Agustinus dan Aloysius Haliserens.

Herinimus Lau salah satu ketua pemuda Webereliku, kepada media ini mengungkapkan fakta lapangan yang dialami dirinya bersama warga Webereliku saat ini bukan soal pengobatan gratis, tetapi masalah pencegahan paling utama agar warga tidak jatuh sakit karena kelelahan menempuh perjalanan untuk mendapat pengobatan.

Menurutnya, program kesehatan gratis merupakan hal utama yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, namun jalan juga merupakan bagian dari akses pelayanan kesehatan gratis yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini karena tidak setiap hari semua orang itu sakit sedangkan akses jalan dibutuhkan setiap hari.

Program pak Bupati soal kesehatan gratis itu sangat penting, namun bagaimana kami bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis itu, sementara akses jalan kami yang dari zaman nenek moyang sampai saat ini tidak diperhatikan. Apakah itu bagian dari akses pelayanan kesehatan gratis ? Tanya Herinimus

Lanjutnya, Sering ada ibu hamil yang hendak bersalin kami kesulitan dalam menempuh atau melintasi jalan ini, sehingga satu – satunya jalannya kami harus buatkan tandu sebagai pengganti alat transportasi untuk melintasi akses jalan yang tidak mudah dan harus ditempuh berjam – jam untuk mendapat pelayanan ke puskesmas atau rumah sakit

Maka dari itu kami meminta pak Kapolres untuk membantu rehab akses jalan kami yang sudah lama di buat dan hampir hilang ini. Itupun semata-mata untuk untuk mencegah adanya kematian bagi ibu dan anak. Ungkapnya

Selain itu, selaku ketua pemuda, saya (Herinimus Lau) menegaskan bahwa tidak ada perusakan kawasan hutan disini. Pak Kapolres lakukan ini demi menyelamatkan kami warga yang ada disini dari ancaman kematian terutama ibu hamil dan anak-anak. Itupun atas permintaan kami bukan keinginannya pak Kapolres.

Program pengobatan gratis itu baik tetapi tidak setiap hari kami sakit, karena yang kami butuhkan setiap hari itu jalan supaya bisa mengangkut hasil pertanian kami ke kota dan juga bisa mendekatkan anak-anak dengan sekolah dan pencegahan akan sakit dan kematian terutama kami yang ada di pelosok negeri ini. Gara – gara jalan ini sudah ada beberapa ibu hamil dan anak menjadi korban. Tutup Herinimus dengan kesal.

Komentar
judul gambar
judul gambar