Ubahlah Hatimu! – Kotbah Katolik Minggu Adventus II, 04 Desember 2022

RD. Anselmus Leu

Kotbah Katolik / Renungan Katolik Minggu Adventus II / Tahun A – Oleh RD. Anaselmus Leu – Pastor Paroki Sta. Helena Camplong

Ubahlah Hatimu !

Tuhan menjanjikan seorang pemimpin kepada para bangsa. Pemimpin ini dipenuhi oleh Roh Allah. Ia akan menghakimi orang lemah dengan adil, orang tertindas dengan kejujuran. Segala pemerintahannya dipenuhi dengan kebenaran dan kesetiaan. Buah kepemimpian adalah suasan damai yang rasanya mustahi, tetapi menjadi mungkin seperti serigala dan domba dapat tinggal bersama. Anak domba dan anak singa makat rumput bersama-sama. Kita mohon ampun jika sering kita tidak melaksanakan kepemiminan kita dengas setia dan adil dan kita sering hidup bermusuahn, bertikai dan bertengkar satu sama lain di dalamkeluarga, tempat kerja dandalam kehidupan menggereja.

1. Ia akan menghakimi orang dengan adil (Yes 11: 1-10)

Umat katolik di seluruh dunia pada hari ini memasuki Hari Minggu  Kedua Adventus. Tuhan menjanjikan seorang pemimpin kepada bangsa Israel. Pemimpin ini dipenuhi dengan Roh Allah. Ia akan menghakimi orang yang lemah dengan adil, dan tertindas dengan  kejujuran. Segala pemerintahannya dipenuhi dengan kebenaran dan kesetiaan. Buah dari kepemimpinan adalah suasana damai yang rasanya mustahil dicapai. Apakah Mungkin?

 Nabi Yesaya menggambarkannya seperti serigala dan domba yang dapat tinggal bersama. Padahal domba adalah makanan lezat untuk serigala. Serigala kuat perkasa, sedang domba lemah-lugu.   Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama. Mungkinkah  seekor singa makan rumput? SInga adalah binatang carnifora (pemakan daging)  sedangkan lembu adalah binatang herbifora (Pemakan rumput). Manusia herbifora. Pemakan segala. Mungkinkah singa makan rumput?

 Bahasa hiperbolis ini dipakai oleh nabi Yesaya untuk mewartakan bahwa Ketika Yesus datang dan Ketika orang mendengarkan dan mengikuti nasehat, perintah Tuhan Yesus dan melaksanakannya, maka segala sesuatu yang tidak mngkin menjadi mungkin.

            Pertanyaannya. Mengapa sampai pada hari ini umat manusia belum hidup dalam suasana damai padahal Yesus sudah datang keduani ini, memenuhi ramalan para nabi sejak 2000-an tahun? Jawabannya sederhana saja. Karena banyak bangsa, suku bangsa belum menerima  dan melaksanakan misi Yesus Kristus untuk membangun Kerajaan Allah yang damai.  Bahkan bangsa dan suku bangsa yang telah menerima Yesus Kristus dan sabda-Nya juga belum sepenuh hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Tuhan Yesus.

 Mahadma Bandhi , Peprdana Mentri India bersaksi. Saya akan membacakan Kitab Suci Perbajnian Baru, khusus injil Mateus, tentang “Delapan Sabda Bahagia” sebelum berpidato. Saya memberikan kesaksian dimana-mana di selururh Jaziarah India dan bahkan ketika saya berkunjung ke Eropa- Kawasan Kristen. “ Bahwa tidak ada guru yang paling hebat yang pernah hidup di dunia ini kecuali Yesus, gurunya orang Kristen. Tapi saya tidak pernah akan menjadi pengkut Guru yang hebat ini  karena para pengikutnya  tidak hidup sesuai dengan teladan hidup gurunya.

             Jika semua persenjataan perang yang sedang dimiliki oleh  Negara-negara di dunia ini  dimodikfikasi menjadi alat pertanian berteknologi modern, pasti umat manusia tidak akan lapar, menderita dan miskin. Ketika bangsa-bangsa menjadi singa bagi bangsa lain maka damai sejahtera tidak akan hadir diantara kita. Jika kita menjadi singa terhadap  sesama kita, maka kita tidak hidup seperi Yesus Kristus. Dia berpihak kepada orang-orang yang lemah, sakit dan miskin. Ia menolong mereka. Ia tidak mengambil keuntungan dari kelompok ini.

2. Hiduplah Dalam Suasana Damai

(ke halaman berikutnya)

Komentar
judul gambar
judul gambar