Aksi Pembobolan SMPN Di Kabupaten Belu, Kerugian di Taksir Mencapai Rp.115.Juta

Tasbar, News.Matatimor – Net : Aksi pencurian kembali dilancarkan pelaku di sebuah sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Rinbesihat, Dusun Halibesin, Desa Halibesin, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui aksi pencurian dengan cara mencungkil slot pintu terjadi sekitar pukul 13.00 wita dini waktu setempat dini hari, minggu, 13 Maret 2023 dini hari.

Dari keterangan yang diperoleh dari seorang guru SMPN 1, Joko Wahyudi, S.Pd menyampaikan, awalnya dia bersama istrinya hendak mau mencuci pakai. Ketika itu, istrinya menyampaikan kepada dia bahwa terlihat ada pintu Tata Usaha ( TU) terbuka.

Saat dia ( Joko) melihat betul adanya. Saat itu juga, istrinya (Joko) langsung menghubungi penjaga sekolah (Yanuarius Tilik) untuk memberitahuankan kejadian itu.

” saya melihat kejadian itu, saya langsung menyuruh istri saya untuk menelpon pak Yan dan menceritakan kejadian ini.saat itu, pak yang menyampaikan bahwa tidak boleh masuk dan cukup berdiri dari jauh saja,” ujarnya, selasa 14/03/23.

Pada kesempat yang sama, penjaga sekolah SMPN1 Rinbesihat, Yanuarius Tilik menjelaskan, awal dirinya bersama kedua anaknya hendak bertamu ke rumahnya mantan kepala desa. Saat tiba di rumah mantan kades, berselang 5 menit dirinya dikejutkan dengan kabar bahwa ada pintu TU terbuka dengan kondisi dicungkil oleh seseorang.

Namun pada saat itu, tegas Yanuarius, bahwa tidak boleh ada satu orang pun masuk kedalam sebelum aparat desa dan pihak kepolisi tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

” saat itu saya langsung sampaikan memang ke ibu joko istri dari pak joko agar berdiri jauh,”ujarnya.

Pada saat ia tiba di sekolah, lanjutnya, pihak melihat dan langsung bergegas pergi untuk memberitahukan kejadian itu kepada Rt, Rw, kepala dusun(kadus) setempat. Tapi sayangnya, keberadaan mereka tidak ada di rumah.

” saat saya mau laporkan ke aparat desa dan saya sampai di rumah mereka tidak ada. Saat itu, saya pun ke rumah mantan kades namun beliau pun tidak berada di rumah,” terangnya.

Pada saat ia kembali ke TKP, terlihat semua aparat desa dan anggota kepolisian pun sudah ada. Kejadian semacam ini, jelasnya, sudah terjadi yang kedua kalinya dan yang pertama Ipade 20 buah hilang dicuri.

Saat dia menerima informasi bahwa ada pencurian, sambung Dia, dirinya langsung menelpon kepala sekolah(Kepsek) namun tidak tersambung. Hingga ia meminta tolong ke Pak RT untuk menghubungi Kepsek barulah kepsek menjawab.

“Saay kepsek angkat telpon dia langsung menceritakan kejadian itu, namun beliau menyampaikan bahwa itu tanggung jawab orang yang tinggal dekat dan security (Penjaga Sekolah),” jelasnya.

Selain itu, KataYanuarius, Kepsek menyampaikan bahwa di akan datang ke TKP terlambat kurang lebih jam 3 sore. Pasalnya, dirinya sedang mengikuti kegiatan arisan keluarga di Atambua.

Selanjutnya, jelas Yanuarius, dirinya juga langsung menghubungi BhabinKamtibMas, Egi yang bertugas di Desa tersebut. Saat dihubungi, malah tidak turun ke TKP justru meminta utusan salah satu guru untuk melaporkan kejadian ke Polsek Tasbar barulah mereka (Polisi) turun.

” saya telpon langsung menceritakan kejadian itu ke polisi tapi mereka suruh saya lapor ke polsek dulu barulah mereka turun.” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Saat dihubungi byphone Kepala Sekolah SMPN 1 Rinbesihat, Vincentius Nahak, S.Pd.M.Hum menjelaskan, dirinya menerima telpon dari penjaga sekolah kurang lebih Pukul 14.00 wita waktu setempat. Tetapi, saat itu ia menjawab bahwa sedang mengikuti arisan keluarga di Atambua Lolowa.

” saya akan kesitu situ (TKP) paling kurang pukul 15.00 wita. Saat perjalanan ke Sekolah sempat saya berteduh di Kimbana karena diguyur hujan. Tapi saat itu saya langsung menelpon Kapolsek Tasbar untuk menceritakan kejadian itu,”ujarnya.

Saat tiba di Polsek, lanjut Kepsek, dirinya langsung ke TKP bersama Kapolsek untuk menyelidiki insiden pencurian itu. Usai dilakukan pemeriksaan di TKP, dirinya ikut kembali dengan kapolsek dan Tim Reskrim ke Kantor Polsek Tasbar untuk dilakukan laporan Polisi.

” saat pemeriksaan mulai dari pukul 18.00 wita dan selesai pada pukul 21.00 wita waktu setempat. Sekarang kasus pencurian ini sudah resmi ditangani oleh kepolisian Polsek Tasbar.” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ada beberapa barang milik sekolah yang berhasil di bawah oleh pelaku seperti.notebook (cromboke) 14 inci merek Zyrex sebanyak 15 buah dengan tafsiran harga per unit 5juta bantuan dari Kementerian.

15 buah Tablet Advan Seven tafsiran harga perunit 2juta, satu buah Elsidi Proyektor tafsiran harga 7,5 juta bantuan Kementerian satu paket dengam Chroombooks, sebuah lampu CCTV dengan tafsiran harga 500ribu.

Selain itu, kerusakan yang dialami, Sambung dia, satu buah berangkas berat 250kg yang belum digunakan rusak, satu set pintu dirusak oleh pelaku, trali jendela dibobol, kain gorden jendela dipotong pelaku, dan satu unit pinger.

Akibatnya, kata kepsek, kerugian yang dialami sekolah kurang lebih mencapai 115juta

” secara resmi kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian, dan besar harapan kita, pelaku dapat secepatnya di tangkap,” harapnya.

Selain itu, tegas Kepsek, untuk Chromebooks dan handphone merek Advam Seven itu didesain khusus Sekolah untuk ujian ANBK dan tidak diperjual belikan dipasaran.

” jadi kalo ada masyarakat yang pegang itu maka patut dipertanyakan. Itu bisa dipegang kalau guru atau keluarganya guru.” tutupnya.

Terpisah, Melalui Pesan Whatssapp, Kapolsek Tasifeto Barat, IPDA.Sam Ilhim, membenarkan kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani pihaknya.

“Sementara kasus nya msh di lidik na’i…dan pemeriksaan saksi2” singkat pesannya.

Komentar
judul gambar
judul gambar